Dulu, dalam diamku aku masih begitu mencintaimu. Bahkan ditengah bahagia yang kau terima tanpaku, aku masih bisa turut didalamnya.
Apakah sebegitu besarnya rasaku sampai begitu sulit untukku membuka mata, melihat kenyataannya bahwa aku bukan lagi yang ada disisimu, bahwa aku sudah tak lagi terlihat di tatapanmu.
Bahkan dulu kamu begitu mengabaikanku, menanggapku seolah aku tidak pernah ada di bagian hidupmu.
Aku memang mencintaimu, tapi mengemis bukanlah caraku.
Segala kesombongan atas hidup barumu tak pernah ingin kuhiraukan.
Tetapi, kini kamu kembali, memintaku untuk menjadi bagian pentingmu lagi.
Lantas, apa yang harus kulakukan jika nyatanya cintamu tetap utuh dalam ingatanku.
Apakah aku perlu seangkuh kamu dan membuang bayangmu jauh-jauh? kurasa tidak.
Ternyata apa yang sering kudengar berlaku dihubungan kita, seperti ini lah kalimatnya 'Bahkan dari banyaknya pengabaian dan rasa sakit yang kamu berikan, aku masih bisa mencintaimu'
Kamis, 12 Juni 2014
Mantan
Selasa, 10 Juni 2014
Puisi pertama
Tiga tahun sudah kita lewati
Memupuk ilmu dengan kasih
Dan menuai hasil dengan terimakasih
Walau ilmu masih dicari di sini
Kita harus tetap pergi
Baju putih biru tergantung rapih
Hatipun terasa perih
Seolah tak ingin pergi
Tapi masa depan harus kita raih
Jangan risau kawan!
Di bawah terik mentari ibukota
Kita harus terus membuka mata
jangan berhenti atau mundur
karena itu berarti hancur
Kini balon harapan membawa pergi mimpi
Menerbangkannya jauh diiringi melodi
Menuju cakrawala tertinggi di bumi
Dan menembus lapisan pelangi
Kelak nanti kita bersahutan kalbu
Membawa raga bersama jiwa manis dan syahdu
Alam semesta berbincang menyinggung rindu
Semoga tak hilang kasih bagai setumpuk debu
Jumat, 06 Juni 2014
Munafik atau Bodoh?
Aku mulai enggan melangkah, takut terlalu jauh mencintaimu.
Hati ini bahkan tertutup ragu untuk menerimamu dengan utuh.
Aku tidak menuntun ini-itu darimu, apakah salah jika meminta agar aku dan kamu tetap satu?
Salah jika nyatanya wanita ini berjuang untuk menjaga hal yang berjalan lebih dalam dari yang kamu tau?
Apakah ini sebuah kemunafikan? atau sebuah kebodohan?
Jangan Salahkan Aku
Aku udah berjuang untuk mempertahankan kita, namun aku tidak tahu bagaimana denganmu.
Jika kamu anggap ini mudah dan kamu tak ingin berusaha, tak apa, tetapi jangan salahkan aku jika ada sosok baru yang lebih berniat untuk berjuang menjadi kita bersamaku.
Dan jangan pula salahkan aku jika akhirnya aku memilih langkah yang memberi jarak pada aku dan kamu semakin jauh
Langganan:
Postingan (Atom)
