Beberapa bulan lalu kutemui makhluk yang sudah ada namun tak
kukenali sebelumnya.
Ternyata rencana tuhan tak pernah terduga, kita yang dulu
sempat satu atap dalam gedung sekolah meski tak pernah saling kenal kini berada
lagi dalam lingkungan pendidikan yang sama dan dalam waktu yang sama seperti
dulu. Aku yang tingkat awal dan kamu tingkat akhir.
Ya, sedikit sesal memang terasa. Mengapa hadirnya baru
kuketahui menjelang akhir waktumu di sekolah ini? Mengapa tak sejak dulu kita
saling tau, ada saling mengenal antara aku dan kamu.
Meski begitu, alur perkenalan kita sangat indah untukku,
semua terjadi dengan cara yang sangat kusukai. Bagaimana kamu menyambutku
dengan baik meski awalnya aku seperti yang lain, yang asing bagimu. Tetapi kamu
bisa menerimaku, dan menganggap aku sebagai temanmu, dan itu sudah melebihi
batas cukup untuk kusebut kebahagiaan.
Untuk kamu yang terkadang acuh, terimakasih telah menjadi
anggota baru di hatiku, dengan status (teman) yang kurasa sangat indah untuk
dikenang. Kuharap dalam ketidaksempurnaanku, kamu akan selalu seperti bulan yang
menerangi gelapnya malam, yang menyempurnakan ketidaksempurnaan.