Rabu, 29 November 2017
Kisah si Gadis
Minggu, 26 November 2017
Yang Masih Terkenang Meski Harusnya Sudah Hilang
Di dunia ini ada banyak banget hal berpasangan yang terjadi dalam hidup gue, seneng-sedih, suka-duka, tawa-tangis, sampai melupakan dan dilupakan.
Kamis, 23 November 2017
Apakah Nyata?
Semesta seolah mengerti
Mantan Calon Kita
Kita adalah Annisa(h) yang sama sama menyukai seorang ikhwan disana
Mungkin daripada suka, kagum adalah kata yang lebih tepat.
Tanpa kita sadari kita telah sama sama mengagumi seorang ikhwan disana,
Dan hal itu pula yang membawa kita untuk mengikuti kegiatan yang sama dengannya.
Kita berdua bergabung dalam organisasi berakhiran -is (tapi bukan isis yaa)
Dan kebetulan kita cukup dekat disana, dan beberapa kali ada dalam kelompok yang sama.
Masih terekam bagaimana menganguminya saat pertama kali bersamanya
Kagum yang bukan disebabkan oleh kerupawanannya, melainkan karna Akhlakul Kharimah dan sifat kepemimpinannya
Mungkin banyak akhwat di luar sana yang mengagumi si ikhwan ini
Mungkin bukan hanya mengagumi melainkan sampai berlomba-lomba mengejar hatinya
Entah disampaikan secara langsung maupun disampaikan melalui Allah
Dan kita hanyalah salah dua yang menyampaikan rasa kagum melalui doa
meski nyatanya seringkali tak dapat menjaga mata jika melihat ia berdakwah,
menyiarkan islam di lingkungan kami dengannya.
Dan kau tau?
Suatu ketika kita berdua membicarakan perihal seseorang yang kita kagumi (saat itu kita sudah cukup dekat untuk membahas ini)
ketika sama sama bertanya "dia siapa?"
Kitapun sama sama menjawab bahwa dia adalah dia,
si lelaki soleh yang dikagumi oleh akhwat-akhwat soleha,
yang derajatnya lebih tinggi daripada kita berdua perihal agama (setidaknya itu penilaian kita)
Semakin asyik dengan perbicangan mengenai kekaguman terhadap ikhwan sholeh ini,
Hingga akhirnya kami pun tersadar kalau mencintainya sebelum waktunya tidak baik
Seirama dengan berjalannya waktu, rasa kekaguman ini pun memudar
Memudar karena tau bahwa kita seharusnya mencintai Nya bukan mencintai nya
Berlambat laun kita pun menyelesaikan masa sekolah kita
Datang hari dimana rasa kekaguman ini muncul kembali
Sebuah foto yang menunjukkan betapa hebatnya dia yang di banjiri semangat dari kawan-kawannya
Mungkin tak hanya kawannya melainkan ada beberapa akhwat yang mungkin juga mengaguminya
Tapi, kita disini hanyalah sebagai penonton
Tidak berani menyemangatinya ataupun yang lainnya
Hanya melihat betapa bangganya melihat dia yang sekarang
Yang Insya Allah lebih baik dari sebelumnya
Semoga dengan bertambahnya usia, juga jarak yang semakin membatasi kita, tidak merubah hal baik di dalamnya.
Sebaik saat dulu kita bersama, dan ia menjadi penyemangat bagi kami berdua untuk terus berkembang dari sebelumnya.
Sebagaimana dulu kami menjadi khalifah sebab termotivasi olehnya.
Dan harapan kami tak jauh berbeda dari saat itu, semoga ia dapat menjadi pemimpin yang amanah, terlebih sekarang tanggung jawabnya lebih besar dari yang pernah ada, serta dapat terus menjadi motivasi bagi kami.
Barakallahu, si ikhwan sholeh
Terimakasih sudah menjadi motivator dalam hidup kami
Terimakasih sudah menunjukkan tentang pemimpin yang sesungguhnya
Kita tidak tau rasa ini benar akan selamanya memudar atau tidak
Kita berdua pun tidak tau apa kamulah yang Allah tulis di lauh Mahfudz sebagai pendamping hidup dari salah satu diantara kita
Terimakasih sekali lagi atas rasa bangga yang sudah ditimbulkan
Dari 2 akhwat yang sama-sama menganggap kau adalah mantan calonnya (Annisa & Annisah)