Sabtu, 19 April 2014

Ibu

Ku nikmati harum tubuhmu yang tak asing lagi
Ku peluk erat tubuh yang pernah menjadi tempatku
Nyaman, hangat, seakan tak ingin ku lepas
Tubuh menua yang begitu kuat
Menopang beban, berpeluh, namun tetap tegap

Ku nikmati melodi kehidupan di setiap hembusannya
Nafas yang berat dan terengah - engah
Bibir pelontar nasihat dan petuah
Bibir yang banyak memotivasi ku 
Tak pernah ada keluh kesah disana
Terus berkata tanpa dusta

Ditengah keheningan dunia ..
Ia panjatkan doa berderai air mata
Mengucap asa agar nyata

Dia .. IBU
Malaikat suci ..
Penuh pengorbanan ..
Mempertaruhkan kehidupan
Demi sebuah masa depan:')
*Dari gulita untuk sang surya:)

Kamu dan Hujan

Kamu tau ngga? Baru - baru ini aku mendapat sebuah teka - teki. Aku mendapat pertanyaan atas sikapmu
Kira - kira kamu bisa menjawabnya atau tidak ya? Ah, sepertinya tidak
Kamu tau? Hari ini hujan dan aku begitu kedinginan, aku butuh sebuah selimut atau setidaknya sebuah jaket .. ya walau tak begitu tebal namun tak apalah..
Hey! Tunggu! Aku berbohong. Bukan hujan yang seketika membekukanku, ternyata itu kamu.
Sikapmu tak sehangat saat pertama kita bertemu, kebencian, dan fikiran buruk tumbuh subur dalam otakmu.
Jika tadi aku berbohong maka sekarang aku ingin jujur, aku begitu tersiksa, begitu tak nyaman atas sikapmu.
Semoga kamu mengerti keinginanku, semoga kamu dapat kembali menjadi api unggunku .. bukan menjadi hujan untukku.
Untuk kamu yang membuat keadaanku berubah setiap saatnya.

Kamu

Aku bertemu denganmu beberapa minggu yang lalu
Ada candu yang tak pantas ku artikan sebagai rindu
Kucoba melawan waktu, mengusir bayangmu sebelum jauh
Kini aku terjatuh, terisak sendiri tanpamu
Kucoba untuk berlalu, membuang rasa yang hanya untukmu
Aku sadar statusku, tak pernah pantas jika aku untukmu
Aku tau, memang harus begitu
Kamu diciptakan bukan untukku
Aku bukanlah rusukmu yang kelak bisa menyatu kembali denganmu

Tuan Tampan

Tuan tampan yang hadir dengan segelintir pesona
Menarik tatapan mataku untuk selalu melihat ke arahnya
Seolah kita adalah dua kutub magnet berbeda yang saling tarik-menarik satu sama lain
Pria tampan yang tak dapat kujabarkan seutuhnya
Lelaki yang ku ibaratkan sebagai riak air
Yang selalu menjadi pusat perputaranku. 
Ah, pria yang selalu menjadi idolaku.
Aku ingin sekali mengenalmu lebih jauh
Sebab belum juga kutahui namamu

Untuk pria tampan yang kusukai setiap hari
Yang selalu melintas dengan kendaraan roda dua miliknya
Yang membuat ia tampak lebih mempesona di setiap kayuhan pedalnya :)