Sabtu, 19 April 2014

Ibu

Ku nikmati harum tubuhmu yang tak asing lagi
Ku peluk erat tubuh yang pernah menjadi tempatku
Nyaman, hangat, seakan tak ingin ku lepas
Tubuh menua yang begitu kuat
Menopang beban, berpeluh, namun tetap tegap

Ku nikmati melodi kehidupan di setiap hembusannya
Nafas yang berat dan terengah - engah
Bibir pelontar nasihat dan petuah
Bibir yang banyak memotivasi ku 
Tak pernah ada keluh kesah disana
Terus berkata tanpa dusta

Ditengah keheningan dunia ..
Ia panjatkan doa berderai air mata
Mengucap asa agar nyata

Dia .. IBU
Malaikat suci ..
Penuh pengorbanan ..
Mempertaruhkan kehidupan
Demi sebuah masa depan:')
*Dari gulita untuk sang surya:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar