Aku menjejakkan kakiku pada sebaris rerumputan, mencari setetes embun untuk membasahi mataku yang
mulai kering kehabisan air mata.
Semilir angin mulai membelai lembut rambutku,
menerbangkannya ke kanan-kiri.
Aku mulai memandangi sosok mentari yang tersenyum
dengan indah, seolah tak ada beban kerinduan seperti yang ku alami.
Rindu menyimpan begitu banyak misteri, rindu akan banyak
hal, akan keindahan yang dulu kamu lakukan.
Aku mengira semuanya hampir usai.
Kehangatan yang kian lama menipis dan memudar.
Kerinduan membawa jauh ingatanku
akan masa yang telah kita lalui, masa yang begitu sulit kulupakan dan begitu
inginnya ku ulang.
Tetapi sia-sia karena kuhanya mampu mengenang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar