Jumat, 08 Januari 2016

Sahabat dan Jarak

Setahuku sahabat itu saling berbagi
Namun bukan berbagi makan yang kumaksud disini meskipun itu termasuk berbagi juga.
Menurutku, sahabat saling berbagi tawa, duka, kisah pahit maupun bahagia.
Tapi kurasa tak ada berbagi kisah diantara kita, lantas masih pantaskah ini disebut persahabatan jika masih ada yang dirahasiakan?
Masih pantaskah aku menyebut diriku sebagai seorang sahabat sementara tentangmu saja aku tak tau.
Kau pernah bilang kita ini sahabat, lantas apa yang masih kau tutupi dengan begitu rapi?
Apakah persahabatan kita yang terbagi atas jarak ini membuatmu ragu padaku?
Atau mungkin ini bukan hanya soal jarak yang menjadi tiang pembatas? Tapi ini juga karena hadirnya sosok baru dalam hidupmu yang membuat waktu kita terbatas?

1 komentar: