Setahuku sahabat itu saling berbagi
Namun bukan berbagi makan yang kumaksud disini meskipun itu termasuk berbagi juga.
Namun bukan berbagi makan yang kumaksud disini meskipun itu termasuk berbagi juga.
Menurutku, sahabat saling berbagi tawa, duka, kisah pahit
maupun bahagia.
Tapi kurasa tak ada berbagi kisah diantara kita, lantas
masih pantaskah ini disebut persahabatan jika masih ada yang dirahasiakan?
Masih pantaskah aku menyebut diriku sebagai seorang sahabat
sementara tentangmu saja aku tak tau.
Kau pernah bilang kita ini sahabat, lantas apa yang masih
kau tutupi dengan begitu rapi?
Apakah persahabatan kita yang terbagi atas jarak ini
membuatmu ragu padaku?
Atau mungkin ini bukan hanya soal jarak yang menjadi tiang
pembatas? Tapi ini juga karena hadirnya sosok baru dalam hidupmu yang membuat
waktu kita terbatas?
Hm:' pasti ini bukan tentangku
BalasHapus