Jika boleh
meminta, aku ingin menjadi milikmu saja
Aku ingin cinta
tanpa perlu kukenali yang namanya luka
Aku mau bahagia
tanpa bercampur luka
Tentu ini
menjadi hal yang tak mudah
Karena setahuku,
tak ada bahagia yang benar-benar sempurna
Kamu baru saja
tiba, membawakan bahagiaan yang tak dapat kujelaskan indahnya
Mengingatkanku
bagaimana cara berbagi tawa
Mengajarkan
kembali cara terbaik membalut luka
Meski bahagia
yang kau tawarkan sulit untuk kuelakkan
Tetap saja ada
rasa khawatir kehilangan
Karena sejatinya
perpisahan selalu menghantui tiap pertemuan
Sebab itu aku
membenci sebuah perkenalan
Terlebih
kehadiranmu menawarkan gelak tawa yang sudah lama kutunggu hadirnya
Aku takut jika
dibiarkan lebih lama, ini akan membawa cinta
Bukan cinta yang
takut untuk kutemui
Hanya saja aku
tak siap untuk jatuh lagi
Apalagi jika
setelahnya hanya ada sakit yang aku rasa
Sakit yang
mungkin sama seperti saat aku jatuh pada cinta sebelum kamu
Mungkin aku
terlalu rapuh dalam bertahan setelah jatuh
Meski begitu,
kamu terus saja meyakinkanku
Memaksaku
percaya bahwa aku tidak salah jatuh cinta
Bahwa kamu akan
berusaha untuk mempertahankan hubungan kita
Walau manis
didengar telinga, tak segera kutelan mentah-mentah apa yang kau katakan
Karena aku
sendiri sulit untuk mempercayai
Tetapi, kamu
tidak perlu khawatir
Meski tak
sepenuhnya percaya namun aku akan berusaha mewujudkannya
Karena aku masih
saja mengaharpkan bahagia yang sempurna
Dan aku harap
kamulah yang Tuhan kirimkan untuk mengantarkannya
Semoga kamu
adalah sumber bahagia
Bagi awal,
pertengahan, dan tanpa pernah usai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar