Senin, 20 November 2017

Bahagia bagi awal, pertengahan, dan tanpa pernah usai



Jika boleh meminta, aku ingin menjadi milikmu saja
Aku ingin cinta tanpa perlu kukenali yang namanya luka
Aku mau bahagia tanpa bercampur luka
Tentu ini menjadi hal yang tak mudah
Karena setahuku, tak ada bahagia yang benar-benar sempurna
Kamu baru saja tiba, membawakan bahagiaan yang tak dapat kujelaskan indahnya
Mengingatkanku bagaimana cara berbagi tawa
Mengajarkan kembali cara terbaik membalut luka
Meski bahagia yang kau tawarkan sulit untuk kuelakkan
Tetap saja ada rasa khawatir kehilangan
Karena sejatinya perpisahan selalu menghantui tiap pertemuan
Sebab itu aku membenci sebuah perkenalan
Terlebih kehadiranmu menawarkan gelak tawa yang sudah lama kutunggu hadirnya
Aku takut jika dibiarkan lebih lama, ini akan membawa cinta
Bukan cinta yang takut untuk kutemui
Hanya saja aku tak siap untuk jatuh lagi
Apalagi jika setelahnya hanya ada sakit yang aku rasa
Sakit yang mungkin sama seperti saat aku jatuh pada cinta sebelum kamu
Mungkin aku terlalu rapuh dalam bertahan setelah jatuh
Meski begitu, kamu terus saja meyakinkanku
Memaksaku percaya bahwa aku tidak salah jatuh cinta
Bahwa kamu akan berusaha untuk mempertahankan hubungan kita
Walau manis didengar telinga, tak segera kutelan mentah-mentah apa yang kau katakan
Karena aku sendiri sulit untuk mempercayai
Tetapi, kamu tidak perlu khawatir
Meski tak sepenuhnya percaya namun aku akan berusaha mewujudkannya
Karena aku masih saja mengaharpkan bahagia yang sempurna
Dan aku harap kamulah yang Tuhan kirimkan untuk mengantarkannya
Semoga kamu adalah sumber bahagia
Bagi awal, pertengahan, dan tanpa pernah usai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar