Aku bukan wanita
yang menggilai musik indah
Apalagi petikan
gitar yang kudengar dalam ruang tak terbuka
Lantunan lagu
yang dibawa justru membuatku ingin memejamkan mata
Namun tiba-tiba
kamu ada
Dengan percaya
diri kamu menaiki anak tangga menuju tempat dimana kamu seharusnya berada
Kamu merapihkan
tempat dudukmu dengan tingkah yang membuatku tertawa
Kuperhatikan
kamu tanpa jeda, tanpa ada kedipan mata
Lalu jemarimu
mulai bermain di atas senar gitar coklat tua
Beberapa petik
saja sudah membuat mulutku terbuka
Sungguh, itu
adalah suara terindah yang pernah singgah melewati daun telinga
Seketika saja
membuatku terkagum karenanya
Hingga mataku
tak berhenti menatapmu yang mulai berlalu
Kutatap wajahmu
dari samping yang perlahan mulai menjauh
Kamu adalah
penutup acara yang luar biasa
Penampilanmu
mendapat tepuk tangan meriah
Dan mendapat
tatap kagum yang memang semestinya kau terima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar